Sinarberitajambi.id – Di sisi lain, kerja sama dengan BPS Kota Jambi diarahkan untuk memperkuat pemanfaatan data dalam dunia akademik maupun penyusunan kebijakan.
Kepala BPS Kota Jambi Kuswan Gunanto mengatakan BPS bertugas menyediakan data statistik resmi negara, termasuk indikator penting seperti pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran.
Menurutnya, data yang tersedia masih dapat dikembangkan melalui penelitian sehingga memiliki nilai manfaat yang lebih besar.
“Data-data kami sifatnya dasar. Memang harus dibutuhkan keilmuan untuk mengeksplorasi sehingga datanya bisa lebih berguna,” ujarnya.
Kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (MoA) pada tingkat fakultas. Di antaranya antara Fakultas Hukum UNJA dengan BPS serta Fakultas Pertanian UNJA dengan BPS.
Program yang disiapkan mencakup riset tanaman obat, magang mahasiswa, penyusunan rekomendasi regulasi dan kebijakan, serta pengembangan kerja sama lainnya.
Dengan menggandeng BNN dan BPS, UNJA tidak hanya memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pendidikan. Kampus juga menempatkan diri sebagai bagian dari solusi menghadapi persoalan narkotika sekaligus mendorong pembangunan Jambi yang lebih kuat melalui riset dan data.( Ferry)











