Sinarberitajambi.id Tanjung jabung Timur – Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terus menjadi perhatian utama SKK Migas–PetroChina International Jabung Ltd. Sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mendukung target zero accident, perusahaan rutin menggelar pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) bagi para pekerja.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini digelar di Rec. Hall Geragai Base Camp PetroChina International Jabung Ltd, Sabtu (1/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, perusahaan menghadirkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi sebagai pemateri serta menggandeng HIPGABI sebagai instruktur pelatihan penanganan awal korban kecelakaan kerja.
Melalui pelatihan ini, para pekerja dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat saat terjadi keadaan darurat di lokasi kerja. Selain materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti simulasi penanganan korban agar lebih siap menghadapi situasi nyata.
Medical Officer PetroChina International Jabung Ltd, dr. William Aditya, mengatakan pelatihan First Aid merupakan agenda rutin perusahaan yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh pekerja.Menurutnya, pelatihan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 15 Tahun 2008 tentang P3K di Tempat Kerja.
“Kami berkomitmen memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh pekerja. Selain mengadakan pelatihan secara rutin, kami juga menyiapkan petugas P3K yang terus mendapatkan pembekalan, memastikan seluruh perlengkapan P3K selalu siap digunakan, serta menyediakan fasilitas evakuasi darurat seperti tandu dan bidai di area kerja,” ujar William.
Ia menjelaskan, perusahaan juga secara berkala mengevaluasi kemampuan pekerja dalam menangani kondisi darurat. Evaluasi tersebut menjadi bahan perbaikan agar kesiapsiagaan dan kemampuan pekerja dalam menghadapi kecelakaan kerja terus meningkat.
Sementara itu, Spesialis NGF Operation PetroChina International Jabung Ltd, M. Wahyudi, menilai pelatihan P3K sangat penting mengingat industri hulu migas memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi.
Menurutnya, setiap pekerja harus memiliki pemahaman yang baik tentang keselamatan kerja, terutama kemampuan memberikan pertolongan pertama sebelum korban mendapatkan penanganan medis lanjutan.
“Melalui pelatihan ini kami berharap seluruh pekerja semakin siap, sigap, dan mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat. Budaya keselamatan harus menjadi tanggung jawab bersama agar operasional perusahaan tetap berjalan aman dan target zero accident dapat terus dipertahankan,” katanya.
Dengan pelatihan yang dilakukan secara berkelanjutan, SKK Migas–PetroChina International Jabung Ltd berharap budaya keselamatan kerja semakin kuat, sehingga setiap pekerja dapat menjalankan tugas dengan aman, nyaman, dan profesional.( Ferry)











