Sinarberitajambi.id – MUARO JAMBI — Rencana pembangunan jalan khusus angkutan batu bara sepanjang 4,9 kilometer di Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, mulai disosialisasikan kepada masyarakat. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan sekaligus meminimalkan aktivitas angkutan batu bara di jalan umum.
Sosialisasi digelar di Kantor Desa Baru, Kecamatan Mestong, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan PT Sinar Anugrah Sukses (SAS), pemerintah desa dan kecamatan, Kapolsek Mestong, Danramil Mestong, serta masyarakat Desa Baru.
Rencana jalan khusus tersebut merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur jalur logistik batu bara di Provinsi Jambi. Kehadiran jalur khusus diharapkan mampu mengalihkan kendaraan angkutan batu bara dari jalan umum yang selama ini digunakan bersama masyarakat.
Kecamatan Mestong menjadi salah satu wilayah penting dalam pengembangan jalur tersebut. Aktivitas kendaraan angkutan batu bara yang melintasi jalan umum selama ini kerap menimbulkan persoalan, terutama kemacetan dan kerusakan jalan.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Desa Tanjung Pauh yang dikenal rawan mengalami kepadatan lalu lintas akibat tingginya mobilitas kendaraan angkutan.
Dalam sosialisasi itu, masyarakat juga mendapat penjelasan mengenai sejumlah tahapan yang berkaitan dengan rencana pembangunan jalan khusus. Di antaranya menyangkut trase jalan, pembebasan lahan, mekanisme ganti untung terhadap lahan maupun tanaman tumbuh warga, serta aspek lingkungan.
Aspek Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) juga menjadi bagian penting dalam perencanaan. Mitigasi terhadap debu, getaran,
pengelolaan air, hingga dampak terhadap permukiman masyarakat perlu dipastikan sebelum pembangunan dilaksanakan.
Jalur sepanjang 4,9 kilometer tersebut diharapkan nantinya mampu menjadi akses khusus bagi kendaraan angkutan batu bara sehingga tidak lagi membebani jalan umum, termasuk ruas jalan nasional yang selama ini menjadi jalur mobilitas masyarakat dan angkutan komoditas.
PT Sinar Anugrah Sukses sendiri disebut memiliki rencana pengembangan jaringan jalan khusus batu bara dengan total rute sekitar 108 kilometer. Jalur tersebut direncanakan menghubungkan sejumlah kawasan tambang di Pauh, Mandiangin, Mandiangin Timur, Bajubang, hingga wilayah Mestong dan Jambi Luar Kota.
Selain itu, terdapat pula rencana pengembangan jalur alternatif dari kawasan Kilangan, Kecamatan Bajubang, menuju kawasan pelabuhan yang menjadi bagian dari upaya membangun sistem transportasi batu bara yang lebih terarah.
Pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada prinsipnya mendukung pengembangan jalan khusus tersebut. Infrastruktur ini dinilai penting untuk menata arus angkutan batu bara sekaligus memberikan kepastian terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Dengan adanya jalur khusus, pemerintah berharap persoalan kemacetan, kerusakan jalan umum, debu, serta potensi gangguan keselamatan akibat aktivitas angkutan batu bara dapat ditekan.
Di sisi lain, pembangunan jalan khusus juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi daerah melalui peningkatan aktivitas investasi dan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun, seluruh tahapan pembangunan tetap membutuhkan keterlibatan masyarakat. Kejelasan trase, status lahan, mekanisme kompensasi, serta pengelolaan dampak lingkungan menjadi hal penting agar pembangunan jalan khusus tersebut tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
( Herman)











