Sinarberitajambi.id – Sarolangun – Bupati Sarolangun Hurmin merotasi tiga pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Pelantikan digelar di Ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (28/7/2026), dan dihadiri Wakil Bupati Gerry Trisatwika, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala OPD.
Dalam sambutannya, Hurmin menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari penyegaran organisasi untuk meningkatkan kinerja pemerintahan, memperkuat pelayanan publik, dan mempercepat pembangunan daerah.
“Rotasi, mutasi, dan promosi jabatan bukan sekadar rutinitas birokrasi, tetapi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Hurmin.
Dalam rotasi tersebut, Emalia Sari, S.E., M.E., yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), kini dipercaya memimpin Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Selanjutnya, Riduan, S.STP., M.E., yang sebelumnya menjabat Kepala Disdukcapil, dilantik sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan. Sementara Setiadi, S.Pt., yang sebelumnya memimpin Dinas Peternakan dan Perikanan, kini mengemban amanah sebagai Kepala BPPRD.
Kepada Kepala Disdukcapil yang baru, Bupati meminta agar pelayanan administrasi kependudukan semakin cepat, mudah, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar. Ia juga menekankan pentingnya menyukseskan program unggulan daerah, “Pak Kades Maju”, sehingga masyarakat lebih mudah mengakses berbagai dokumen kependudukan.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan diminta fokus meningkatkan populasi ternak serta mengembangkan sektor perikanan. Menurut Hurmin, kedua sektor tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, Kepala BPPRD yang baru diminta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pendataan objek pajak dan retribusi yang lebih akurat. Hurmin juga mendorong percepatan digitalisasi sistem perpajakan daerah agar pemungutan pajak semakin efektif, transparan, dan mampu meminimalkan potensi kebocoran pendapatan.
“PAD yang kuat menjadi modal utama untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Prosesi pelantikan diakhiri dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati kepada ketiga pejabat yang baru dilantik. Diharapkan, rotasi ini mampu menghadirkan semangat baru dalam meningkatkan kinerja pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Sarolangun.( Muzahirman)











