Pacu Perahu Batanghari Menggeliat, Jambi Bidik Juara Dunia
Sinarberitajambi.id – JAMBI – Gemuruh tepian Sungai Batanghari kembali pecah. Deru mesin dan kayuhan para pendayung mengiringi adu cepat perahu tradisional dalam Lomba Pacu Perahu Tradisional Provinsi Jambi 2026, Sabtu (29/8/2026).
Mengambil lokasi di Tepian Sungai Batanghari, Taman Tanggo Rajo, depan Rumah Dinas Gubernur Jambi, perlombaan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., secara resmi membuka perlombaan tersebut. Ia menegaskan, pacu perahu bukan sekadar tontonan atau perebutan gelar juara, tetapi memiliki dua misi besar, yakni mempertahankan tradisi masyarakat Jambi sekaligus melahirkan atlet berprestasi.
Menurut Sudirman, pacu perahu merupakan salah satu cabang olahraga yang telah mengharumkan nama Provinsi Jambi. Prestasi atlet Jambi bahkan telah menembus kompetisi tingkat dunia dalam beberapa tahun terakhir.
“Lomba pacu perahu merupakan salah satu cabang olahraga yang telah mengharumkan nama Provinsi Jambi. Dalam beberapa tahun terakhir, atlet-atlet pacu perahu Jambi telah berhasil meraih dan mempertahankan prestasi pada kejuaraan tingkat dunia,” ujar Sudirman.
Karena itu, ia meminta prestasi tersebut tidak berhenti pada capaian yang telah diraih. Pembinaan atlet harus dilakukan secara konsisten, terarah dan berkelanjutan agar Jambi mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasinya.
Pemprov Jambi, kata Sudirman, berkomitmen memberikan perhatian kepada atlet dan insan olahraga yang telah mengangkat nama daerah. Penghargaan dan apresiasi juga menjadi bagian dari upaya mendorong atlet agar terus berprestasi.
Ia berharap lomba pacu perahu tahun ini menjadi panggung bagi atlet untuk menguji kemampuan sekaligus menjadi ajang pencarian bibit-bibit baru.
“Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ajang untuk menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya mampu berkompetisi pada event yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Menjaga Tradisi Jambi Seberang
Lebih dari sekadar olahraga, pacu perahu merupakan tradisi yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Jambi, khususnya masyarakat Jambi Seberang.
Sudirman menilai keberadaan lomba tersebut penting untuk memastikan tradisi tidak tergerus perkembangan zaman. Olahraga dan budaya dapat berjalan beriringan, sehingga generasi muda tidak hanya mengenal pacu perahu sebagai perlombaan, tetapi juga memahami nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya.
Ia mengajak seluruh peserta, pelatih, panitia dan masyarakat menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum mempererat persaudaraan dan kebersamaan.
Sudirman juga mengingatkan peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas. Persaingan di lintasan harus tetap dilandasi kejujuran, disiplin dan sikap saling menghormati.
“Teruslah berlatih dan berkreasi untuk meningkatkan prestasi, sehingga pada akhirnya mampu mengangkat harkat dan martabat serta mengharumkan nama Provinsi Jambi di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.
Batanghari Jangan Jadi Tempat Sampah
Ada pesan lain yang tak kalah penting disampaikan Sudirman. Di tengah semarak pacu perahu, masyarakat diingatkan agar tidak melupakan kondisi Sungai Batanghari.
Menurutnya, Sungai Batanghari memiliki posisi penting dalam sejarah dan perkembangan peradaban masyarakat Jambi. Sungai tersebut juga menjadi sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan sungai, mulai dari kawasan hulu hingga hilir.
“Mari kita tumbuhkan kesadaran dan kepedulian untuk menjaga lingkungan di sekitar sungai. Sungai Batanghari merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Jambi yang harus kita jaga kelestariannya bersama,” tegas Sudirman.
Ia mengimbau masyarakat tidak membuang sampah ke sungai dan ikut menjaga ekosistem Batanghari agar tetap bersih dan lestari.
Sudirman kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, masyarakat Jambi Seberang, masyarakat Kota Jambi serta berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan lomba.
Ia berharap pacu perahu tradisional terus berkembang. Bukan hanya menjadi agenda tahunan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi pusat pembinaan atlet sekaligus benteng pelestarian budaya Jambi.
Dengan perpaduan olahraga, budaya dan semangat menjaga lingkungan, pacu perahu Batanghari diharapkan mampu melahirkan generasi atlet baru yang membawa nama Jambi semakin tinggi, bahkan kembali bersaing di panggung internasional.
“Semoga kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberikan warna positif bagi pembangunan olahraga di Provinsi Jambi, sejalan dengan upaya kita bersama dalam mewujudkan Visi Jambi MANTAP,” pungkasnya.
( Ferry)











