Sinarberitajambi.id – Jambi – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jambi terus berupaya meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Usaha dan Branding Produk di Aula Kanwil DJPb Provinsi Jambi, Kamis (16/7).
Kegiatan tersebut diikuti puluhan pelaku UMKM binaan Kanwil DJPb Jambi. Melalui bimtek ini, peserta dibekali pengetahuan tentang pemanfaatan teknologi digital untuk mengembangkan usaha, sekaligus membangun identitas atau branding produk agar lebih dikenal dan mampu bersaing di pasar.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jambi, Tunas Agung Jiwa Brata, mengatakan perkembangan UMKM di Jambi menunjukkan tren yang positif. Menurutnya, semangat para pelaku usaha untuk terus berkembang tetap tinggi meski di tengah kondisi efisiensi anggaran pemerintah.
“Antusiasme pelaku UMKM sangat luar biasa. Produk yang mereka tampilkan juga semakin beragam dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Ini menjadi modal penting agar UMKM Jambi bisa naik kelas,” ujarnya.
Meski demikian, Tunas mengakui masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi, terutama keterbatasan modal dan skala usaha yang masih relatif kecil. Karena itu, peningkatan kualitas produk harus terus dilakukan agar mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di pasar nasional.
Ia menegaskan, digitalisasi kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku usaha. Dengan memanfaatkan teknologi, UMKM dapat memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan penjualan, serta memperkuat daya saing.
Selain digitalisasi, aspek branding juga dinilai memiliki peran penting. Menurutnya, identitas produk menjadi hal pertama yang dikenali konsumen sehingga harus dibangun secara menarik dan profesional.
“Produk yang berkualitas harus didukung dengan branding yang kuat. Nama dan identitas produk akan menjadi nilai tambah yang membuat konsumen lebih mudah mengenal dan mengingat produk tersebut,” katanya.
Saat ini, Kanwil DJPb Provinsi Jambi membina sekitar 90 UMKM. Pembinaan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
“Kami ingin UMKM di Jambi terus berkembang, semakin mandiri, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan begitu, mereka dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional,” pungkasnya.
Jika ingin diterbitkan di media online, judul ini juga cocok untuk menarik pembaca tanpa menghilangkan unsur informatif.( Ferry)











