Sinarberitajambi.id -JAMBI – Kabar baik bagi masyarakat Jambi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi memastikan jalan khusus angkutan batu bara akan segera dioperasikan sebagai upaya mengurangi kemacetan yang selama ini kerap terjadi di jalan nasional.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, Pemprov Jambi telah menggelar rapat bersama Dinas Perhubungan, Sekretaris Daerah (Sekda), serta para pengusaha tambang untuk mempercepat pengoperasian jalan khusus tersebut.
Menurutnya, saat ini prosesnya sudah memasuki tahap akhir. Pemerintah hanya menunggu kesepakatan dari para pemilik tambang mengenai mekanisme penggunaan jalan yang dibangun oleh pihak swasta itu.
“Kami sudah mengadakan rapat bersama Dinas Perhubungan, Sekda, dan para pengusaha tambang. Jalan khusus batu bara ini siap dioperasikan. Sekarang tinggal menunggu kesepakatan dari para pemilik tambang,” ujar Al Haris, Senin (20/7).
Pada tahap awal, ruas jalan sepanjang 77 kilometer yang menghubungkan Jerukti hingga Tenam akan diuji coba terlebih dahulu. Jika berjalan lancar, jalur tersebut akan dioperasikan secara penuh.
Al Haris berharap kehadiran jalan khusus ini dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama di kawasan Tembesi dan Jebak yang selama ini menjadi titik kemacetan akibat tingginya aktivitas truk angkutan batu bara.
“Harapan kita, setelah jalan ini beroperasi, kemacetan di Tembesi dan Jebak bisa berkurang. Truk batu bara juga tidak lagi banyak melintasi jalan nasional,” katanya.
Ia menegaskan, Pemprov Jambi hanya berperan sebagai fasilitator karena jalan khusus tersebut merupakan investasi yang dibangun oleh pihak swasta. Sementara itu, besaran tarif atau royalti penggunaan jalan akan ditentukan melalui kesepakatan para pemilik tambang.
“Pemerintah hanya memfasilitasi. Soal tarif penggunaan jalan menjadi kesepakatan para pengusaha tambang. Setelah mereka sepakat, pemerintah akan mendukung pelaksanaannya,” jelasnya.
Al Haris menambahkan, uji coba jalan khusus batu bara ditargetkan dapat dimulai secepatnya. Namun, pelaksanaannya masih menunggu kesepakatan seluruh perusahaan tambang di wilayah Sarolangun dan Batanghari yang akan menggunakan jalur tersebut.
Dengan beroperasinya jalan khusus batu bara, diharapkan aktivitas angkutan tambang tidak lagi mengganggu lalu lintas umum, sehingga perjalanan masyarakat menjadi lebih aman, lancar, dan nyaman.( Ferry)











