Sinarberitajambi.id – JAMBI — Kualitas air baku Sungai Batanghari kembali menjadi perhatian. Tingkat kekeruhan yang meningkat membuat Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi harus melakukan pengurasan unit sedimentasi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjung Sari, Senin (24/8).
Dampaknya, distribusi air bersih kepada pelanggan di sejumlah wilayah Kota Jambi dikurangi hingga 50 persen selama proses pemeliharaan berlangsung.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mayang, Arianto, mengatakan pengurasan dilakukan untuk menjaga kinerja instalasi pengolahan sekaligus memastikan kualitas air yang diproduksi tetap terjaga.
“Pengurasan unit sedimentasi dilaksanakan mulai pukul 03.00 hingga 18.00 WIB atau selama 15 jam,” ujar Arianto di Jambi, Minggu (23/8).
Menurutnya, pengurasan sedimentasi menjadi langkah penting karena tingginya kekeruhan air baku dapat memengaruhi proses pengolahan. Pemeliharaan dilakukan agar sistem tetap bekerja optimal dan pelayanan kepada pelanggan dapat dipertahankan.
Selama pekerjaan berlangsung, Tirta Mayang tidak menghentikan distribusi sepenuhnya. Namun, debit air dikurangi sekitar 50 persen di sejumlah kawasan yang mendapat pasokan dari IPA Tanjung Sari.
Tiga Kecamatan Terdampak
Pengurangan distribusi terutama dirasakan pelanggan di tiga kecamatan.
Di Kecamatan Jambi Timur, wilayah terdampak mencakup Kelurahan Sejinjang, Tanjung Sari, Kasang Jaya, Tanjung Pinang dan Talang Banjar.
Di Kecamatan Paal Merah meliputi Kelurahan Eka Jaya, Bakung Jaya, Talang Bakung dan Payo Selincah.
Sedangkan di Kecamatan Jambi Selatan, wilayah yang terdampak mencakup Kelurahan Pakuan Baru, Wijaya Pura dan Pasir Putih.
Arianto menjelaskan, pengurangan debit dilakukan agar proses pengurasan dapat berjalan maksimal sekaligus menjaga pelayanan air minum tetap tersedia bagi masyarakat.
Setelah pengurasan selesai, distribusi air akan kembali dinaikkan secara bertahap. Proses normalisasi pengaliran diperkirakan membutuhkan waktu hingga 1×24 jam.
Warga Diminta Siapkan Cadangan Air
Tirta Mayang mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk menyiapkan dan menampung air sebelum proses pemeliharaan dimulai.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi mengingat pasokan air akan berkurang selama proses pengurasan hingga jaringan kembali normal.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pemeliharaan ini merupakan bagian dari upaya kami menjaga kualitas dan keandalan pelayanan air minum,” kata Arianto.
Tirta Mayang memastikan proses pemeliharaan dilakukan untuk menjaga kualitas air yang diterima masyarakat, sekaligus mencegah gangguan pelayanan yang lebih besar akibat kondisi air baku yang mengalami peningkatan kekeruhan.
Pelanggan yang membutuhkan informasi maupun ingin menyampaikan pengaduan dapat menghubungi layanan WhatsApp Tirta Mayang di 0821-2121-9692.
Kondisi air baku Sungai Batanghari yang semakin keruh menjadi tantangan bagi sistem penyediaan air bersih Kota Jambi.Karena itu, pemeliharaan instalasi dan pengawasan kualitas air menjadi langkah penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.( Muzahirman)











