Sinarberitajambi / JAMBI – Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Jambi-Rengat memasuki fase penting. Di balik percepatan pembangunan infrastruktur strategis tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi menaruh perhatian serius terhadap nasib masyarakat yang terdampak.
Gubernur Jambi Al Haris menyebut sedikitnya 519 warga terdampak pembangunan Tol Jambi-Rengat. Pemerintah Provinsi Jambi bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan sejumlah program pemberdayaan agar masyarakat tetap memiliki sumber penghasilan setelah pembangunan tol berlangsung.
Hal itu disampaikan Al Haris saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan JTTS Ruas Jambi-Rengat di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi.
“Ada 519 tadi warga yang terdampak. Nah, ini nanti oleh teman-teman dari Kementerian PU sudah ada rencana mereka memberikan bantuan pelatihan, modal untuk mereka bekerja,” ujar Al Haris.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak akan diberikan secara seragam. Program akan disesuaikan dengan kebutuhan, potensi, serta kondisi ekonomi masing-masing warga terdampak.
Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang dipertimbangkan. Dukungan dapat diberikan dalam bentuk penyediaan bibit maupun program pemberdayaan lainnya sehingga masyarakat tetap mampu mempertahankan sekaligus mengembangkan mata pencahariannya.
“Apakah nanti di bidang pertanian, diikuti oleh mungkin bibit dan sebagainya. Intinya, ini semua sudah dibahas oleh mereka,” katanya.
Al Haris menegaskan, pembangunan jalan tol tidak boleh hanya mengejar target fisik dan konektivitas wilayah. Di balik proyek besar tersebut terdapat masyarakat yang kehidupannya ikut terdampak sehingga aspek sosial dan keberlanjutan ekonomi harus mendapat perhatian yang sama.
Ia meminta seluruh pihak memastikan hak masyarakat terpenuhi dan pendampingan diberikan secara nyata selama proses pembangunan berlangsung.
“Jangan sampai akibat tol nanti ada warga yang merasa ditinggalkan. Semuanya akan kita akomodir semuanya,” tegas Al Haris.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Pemprov Jambi agar pembangunan Tol Jambi-Rengat tidak sekadar menghadirkan jalur baru bagi pergerakan orang dan barang, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat yang berada di sepanjang wilayah terdampak.( Herman)











